USD Rawan Koreksi Lagi Setelah Rilis Notulen FOMC

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS menunjukkan performa buruk versus sejumlah mata uang mayor dalam perdagangan hari Kamis ini (22/8). Pasangan mata uang USD/JPY kembali terkoreksi ke bawah ambang 106.500, sementara indeks Dolar AS (DXY) tergelincir sekitar 0.1 persen ke level 98.15 pada awal sesi Eropa. Pasalnya, rilis notulen rapat kebijakan bank sentral AS (FOMC) yang dipublikasikan tadi pagi tidak memberikan kejelasan mengenai prospek perubahan suku bunga.

USD Rawan Koreksi Lagi Setelah Rilis Notulen FOMC

Notulen rapat FOMC menguak fakta bahwa mayoritas pejabat tertinggi Federal Reserve menilai pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada tanggal 31 Juli lalu sebagai “re-kalibrasi posisi kebijakan, atau penyesuaian di pertengahan siklus, sebagai respon terhadap evolusi outlook ekonomi”. Meski demikian, terdapat perbedaan pendapat mengenai bagaimana re-kalibrasi itu dilakukan.

Beberapa anggota rapat FOMC disebut-sebut menginginkan pemangkasan suku bunga hingga 50 basis poin sesegera mungkin, dikarenakan urgensi “aksi yang lebih kuat” untuk menaikkan laju inflasi. Akan tetapi, beberapa anggota yang lain justru berpendapat suku bunga sebaiknya tak diubah, karena “menilai ekonomi riil terus berada dalam kondisi baik.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 08/08/2019 - PGN INGIN BANGUN "VIRTUAL PIPELINE" GAS DI INDONESIA TIMUR

Silang pendapat ini membuat pelaku pasar mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada rapat FOMC berikutnya. Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar tetap memperkirakan akan terjadi tiga kali pemangkasan suku bunga Fed lagi dalam tahun ini. Ada probabilitas 100% untuk pemangkasan suku bunga dalam rapat FOMC tanggal 17-18 September 2019, 75% untuk rate cut lagi pada bulan Oktober, kemudian 48% untuk pemangkasan pada bulan Desember mendatang.

Situasi ini meningkatkan ketidakpastian outlook Greenback, setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana peluncuran paket pemangkasan pajak baru. Pada hari Rabu, Trump malah kembali menyampaikan himbauan agar Federal Reserve melakukan pelonggaran moneter tambahan.

Investor dan trader kini menunggu pertemuan para pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir pekan. Dalam kesempatan tersebut, pidato ketua Fed dan FOMC, Jerome “Jay” Powell” bakal menjadi sorotan utama. Selain terkait suku bunga, fenomena pembalikan (inversi) kurva yield obligasi pemerintah AS pekan lalu telah memantik kegelisahan pelaku pasar karena dianggap sebagai salah satu sinyal resesi. Pendapat Powell mengenai beberapa isu tersebut berpotensi jadi market mover.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply