Volatilitas Dolar Australia Meningkat Di Tengah Kekhawatiran Pasar

Bonus Welcome Deposit FBS

Setelah melonjak hingga 0.7344 pada hari Kamis kemarin, pasangan mata uang AUD/USD merosot hingga kisaran 0.7293 pada perdagangan hari Jumat ini (30/November). Menurut laporan Business Insider Australia, volatilitas Aussie yang tinggi ini identik dengan pergerakan saham global dan nilai tukar yuan di pasar offshore saat ini, menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam forum G20 hari Sabtu besok.

Volatilitas Dolar Australia Meningkat Di Tengah Kekhawatiran Pasar

“Pasar bergerak acak di tengah beragam pandangan mengenai prospek kesepakatan dagang apapun (yang mungkin tercapai) pekan ini antara Trump dan Xi pada (pertemuan) G20,” ujar David de Garis, seorang ekonom di National Australia Bank (NAB).

Lanjutnya lagi, “WSJ melaporkan bahwa AS dan China ‘mencari jalan untuk meredakan ketegangan dan mendorong pasar, tengah mengeksplorasi kesepakatan dagang dimana Washington akan menunda penerapan tarif lebih lanjut pada musim semi sebagai kompensasi bagi diskusi baru yang memuat perubahan besar dalam kebijakan ekonomi China’. Secara terpisah, South China Morning Post melaporkan bahwa penasehat Gedung Putih, Pewter Navarro (salah satu sosok anti-China) akan menghadiri makan malam Xi-Trump setelah minggu lalu dikabarkan takkan datang.”

Baca Juga:   Yen Sedikit Lebih Kuat Di Awal Asia Pada Permintaan Safe Haven

Rilis data Pembiayaan Sektor Swasta (Private Sector Credit) Australia bulan Oktober yang dipublikasikan tadi pagi tak banyak ditanggapi pelaku pasar. Selain karena angkanya yang sesuai ekspektasi, tumbuh 0.4 persen (Month-over-Month), juga karena tingginya keresahan menantikan pertemuan G20.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor Manufaktur China yang juga dipublikasikan tadi pagi, menunjukkan penurunan dari 50.2 ke 50.0; tepat pada ambang pemisah antara kondisi bisnis ekspansif dan kontraktif. Hal ini menggambarkan rawannya efek ketegangan perdagangan AS-China bagi pertumbuhan ekonomi negeri Tirai Bambu serta kawasan lain yang menjadi mitra dagang terdekatnya, termasuk Australia dan New Zealand.

“Apabila kita menyaksikan gencatan senjata (dalam konflik perdagangan AS-China), maka Dolar Aussie dan Kiwi akan menghasilkan kinerja sangat baik. Kami melihat kemungkinan kenaikan pada pasangan-pasangan mata uang cross seperti Aussie/Yen yang akan diuntungkan dari kenaikan minat risiko pasar,” ungkap Nick Twidale dari Rakuten Securities.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply