Voting Brexit Kemungkinan Batal, Pounds Merosot

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (10/Desember), GBP/USD merosot nyaris satu persen ke level 1.2621, terendah sejak bulan Juni 2017. Selain karena data-data ekonomi yang memburuk, pergerakan tersebut juga dipicu oleh kabar angin bahwa PM Theresa May akan membatalkan voting proposal Brexit di parlemen Inggris pada hari Selasa besok.

Voting Brexit Kemungkinan Batal, Pounds Merosot

Office for National Statistics mengumumkan data Gross Domestic Product (GDP) Inggris meningkat 0.1 persen (MoM) sesuai ekspektasi. Akan tetapi, pertumbuhan GDP tahunan tetap 1.5 persen, padahal sebelumnya diperkirakan naik menjadi 1.6 persen.

Sederetan data lainnya juga mengecewakan. Produksi Industri Inggris menurun 0.6 persen sepanjang Oktober 2018, lebih buruk dibandingkan penurunan 0.4 persen yang diperkirakan sebelumnya. Produksi Manufaktur bahkan merosot 0.9 persen, meski awalnya diperkirakan bakal stagnan. Neraca Perdagangan pun mencatat defisit membesar dari 10.68 Miliar menjadi 11.87 Miliar pada periode yang sama.

Terlepas dari buruknya data-data tersebut, kabar paling menghebohkan pasar adalah isu akan dibatalkannya voting proposal Brexit di Parlemen Inggris. PM Theresa May kemungkinan akan mengumumkannya pada pidato malam ini pukul 15:30 GMT (22:30 WIB). Namun, belum diketahui apa yang akan dilakukan oleh May setelah membatalkannya.

Baca Juga:   Pengangguran Inggris Berkurang, GBP Menguat Tipis

Sejumlah pihak mensinyalir kalau langkah May tersebut boleh jadi merupakan upaya untuk mendapatkan waktu tambahan guna mengumpulkan dukungan dan memastikan kemenangannya dalam voting. Sebagian lainnya memperkirakan kalau ia bakal berunding kembali dengan Uni Eropa untuk mendapatkan proposal Brexit yang lebih baik. Ada pula yang mengekspektasikan May untuk mengadakan referendum lagi untuk memastikan apakah masyarakat Inggris saat ini masih berkehendak untuk keluar dari UE atau tidak.

Masalahnya, Uni Eropa diproyeksikan takkan mau merevisi ulang proposal yang sudah susah payah disusun PM May tersebut. Tenggat waktu hingga Januari pun belum tentu memberikan lebih banyak dukungan bagi PM May untuk menggolkan proposal kontroversial tersebut di Parlemen.

Ketidakpastian ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga pidato May terjadi nanti malam. Trader forex perlu memperhatikan bahwa Poundsterling saat ini sudah berada di level terendah tahun ini, sehingga rentan rebound. Namun, menurut sejumlah pakar dan ekonom, mata uang Inggris ini bisa terperosok lebih jauh pada akhir tahun ini jika masalah Brexit belum menemui titik terang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply