Walau Ritel Mengecewakan, Euro Menanjak Lantaran Pelemahan Dolar

Bonus Welcome Deposit FBS

Dalam perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (7/November), pasangan mata uang EUR/USD meroket 0.62 persen ke level 1.1495, walaupun data penjualan ritel meleset dari ekspektasi. Penggerak pasar yang disoroti investor dan trader saat ini adalah hasil Mid-Term Elections di Amerika Serikat yang dikhawatirkan akan menggagalkan agenda stimulus fiskal Presiden AS Donald Trump, sehingga menekan Dolar AS dan mendongkrak mata uang-mata uang rival, termasuk Euro.

Euro Menanjak Lantaran Pelemahan Dolar

Lembaga Eurostat melaporkan bahwa penjualan ritel di Zona Euro tidak mengalami pertumbuhan sama sekali dalam bulan September 2018, alias mencatat kenaikan nol persen (Month-over-Month). Padahal, pertumbuhan di periode sebelumnya mencapai 0.3 persen, dan para pakar mengestimasikan kenaikan 0.1 persen untuk rilisan kali ini. Akibatnya, laju tahunan juga melorot dari 2.2 persen menjadi 0.8 persen saja.

Data-data tersebut mengimbangi performa prima yang ditampilkan oleh laporan ekonomi Zona Euro yang dirilis kemarin. Pada hari Selasa, Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor jasa dikabarkan naik dari 53.3 menjadi 53.7 dalam bulan Oktober, sedangkan PMI Komposit naik dari 52.7 menjadi 53.1.

Baca Juga:   Euro Stabil Menjelang Pengumuman Kebijakan ECB

Dibandingkan oleh serangkaian data tersebut, pasangan mata uang EUR/USD lebih digerakkan oleh berita-berita terkait Mid-term Elections di Amerika Serikat. Hasil penghitungan sementara dalam pemilu parlemen tersebut menunjukkan bahwa partai Republik tetap akan mendominasi Senat (Majelis Tinggi dalam Parlemen AS), tetapi partai Demokrat akan mengambil alih House of Representatives (Majelis Rendah dalam Parlemen AS). Ini artinya, rencana perundangan baru maupun stimulus fiskal yang ingin digolkan oleh Presiden Donald Trump kemungkinan besar tidak akan disetujui oleh House of Representatives.

Pelaku pasar spontan melakukan aksi jual atas Dolar AS, dikarenakan kekhawatiran kalau kondisi tersebut bakal meningkatkan risiko politik di dalam negeri AS maupun ketegangan dengan negara-negara partner dagang AS. Pasalnya, jika Trump dihadapkan pada kebuntuan agenda-agendanya di dalam negeri, ia bisa saja mengalihkan fokus ke agenda mancanegara, termasuk meningkatkan eskalasi konflik perdagangan dengan China.

Sementara itu, tak ada jadwal rilis data ekonomi berdampak penting lagi dari Zona Euro sepanjang sisa pekan ini. Karenanya, kabar dari AS diperkirakan bakal menyita perhatian hingga penutupan pasar di hari Jumat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply