Yen Hanya Melemah Tipis Setelah Pengumuman Bank Sentral Jepang

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Yen terpantau melemah tipis terhadap Dolar AS, meski kalah telak versus Pounds dan Euro pada sesi Eropa hari Rabu ini (23/1). Pengumuman kebijakan terbaru dari bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) tak mengindikasikan perubahan apapun walau ekspor dilaporkan turun drastis, sementara pelemahan Yen di-rem oleh tingginya permintaan atas aset Safe Haven karena kekhawatiran pelaku pasar soal prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Saat berita ditulis, USD/JPY terparkir di kisaran perdagangan yang sama sejak awal pekan, di sekitar 109.60. Pasangan mata uang EUR/JPY meningkat 0.31 persen ke level 124.64, sementara GBP/JPY melonjak 0.80 persen ke level tertinggi sejak pertengahan Desember pada kisaran 142.68.

Yen Hanya Melemah Tipis Setelah Pengumuman Bank Sentral Jepang

Tadi pagi, Kementrian Keuangan Jepang melaporkan bahwa defisit Neraca Perdagangan Jepang menyempit dari 738 Miliar menjadi 55 Miliar pada bulan Desember. Namun, ekspor mengalami penurunan drastis. Ekspor pada periode Desember tercatat anjlok 3.8 persen, terburuk sejak Oktober 2016.

Beberapa jam setelahnya, BoJ menyatakan tak merubah arahan kebijakannya, sesuai dengan perkiraan ekonom sebelumnya. Suku bunga jangka pendek dipertahankan pada level -0.1 persen dan target yield obligasi pemerintah tetap 0 persen.

Baca Juga:   Saham LPKR SENIN 04/06/2018 ( BERITA SAHAM )

BoJ tetap berpandangan optimis mengenai masa depan perekonomian, dengan menyatakan, “Perekonomian Jepang kemungkinan melanjutkan tren ekspansi hingga tahun fiskal 2020”. Namun, mereka merevisi turun forecast inflasi konsumen inti jadi 0.9 persen dari 1.4 persen untuk tahun fiskal berikutnya, serta mengakui adanya risiko eksternal.

“Perekonomian negara-negara lain di perkirakan terus melaju dengan kokoh secara umum, walaupun berbagai perkembangan belakangan ini layak diamati, seperti perselisihan dagang antara AS dan China,” demikian diungkapkan oleh BoJ

Klaim-klaim BoJ tersebut tak mampu mendorong Yen melemah drastis, karena permintaan atas aset-aset Safe Haven telah meroket sejak IMF merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang amat suram pada awal pekan ini.

Berita-berita terbaru terkait upaya perundingan antara AS-China pun tidak memberikan petunjuk yang menggembirakan, sehingga pelaku pasar kekurangan motivasi untuk mengambil posisi ekstrim. Pasalnya, pemerintah AS bersikukuh menolak diskusi lanjutan sebelum Wakil Perdana Menteri China datang ke Washington pekan depan, sembari terus mendesak pemerintah Kanada untuk mengekstradisi CFO Huawei yang ditangkap di Ottawa bulan lalu atas permintaan AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply