Yen Jepang Menguat Tipis Setelah Bentrokan India-Pakistan

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen menguat sekitar 0.22 persen ke kisaran 110.75 terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini (28/2). Setelah merebaknya bentrokan militer antara India dan Pakistan, permintaan pasar atas Yen didongkrak oleh kebutuhan aset Safe Haven. Sementara itu, indeks Dolar AS (DXY) longsor sekitar 0.30 persen ke kisaran 95.84, dan Greenback cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang mayor.

Yen Jepang Menguat Tipis Setelah Bentrokan India-Pakistan

Serangan fatal di Pulwama pada pekan lalu membangkitkan eskalasi konflik di wilayah Kashmir yang diperebutkan antara India dan Pakistan. India menuding Pakistan melindungi teroris yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut, sehingga meluncurkan jet tempurnya untuk melakukan pengeboman di kawasan Pakistan pada hari Selasa. Pakistan mengklaim tak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, tetapi kemudian membalas dengan menembak jatuh dua jet tempur India pada hari Rabu, serta menyandera salah satu pilotnya.

Pakistan dan India merupakan dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki persediaan senjata nuklir. Oleh karena itu, berbagai pihak bereaksi cepat untuk menenangkan gejolak. Namun, sementara itu, pelaku pasar masih bersitegang dan mengkhawatirkan kemungkinan perkembangan konflik lebih lanjut.

Baca Juga:   Dolar Berhenti Setelah Kenaikan Terakhir, Berbalik Melemah

“Anda membahas dua negara yang memiliki kekuatan nuklir… Unsur bahaya dari peningkatan ketegangan ini sungguh-sungguh sesuatu (yang patut dipertimbangkan),” ujar Bart Wakabayashi dari State Street Bank, Tokyo, kepada Reuters, “Apalagi, India merupakan salah satu pasar negara berkembang yang sangat penting. (India juga) menjelang Pemilu. Ada banyak hal yang terjadi di sana yang bisa berefek domino apabila stabilitas dipertanyakan.”

Di sisi lain, permintaan atas Yen juga didukung oleh minimnya berita mengenai perkembangan baru dalam perundingan Amerika Serikat dan China. Setelah Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kesediaannya untuk menunda kenaikan tarif impor AS atas produk-produk China beberapa waktu lalu, belum ada berita positif baru yang dirilis kepada publik.

Dalam testimoni di hadapan Kongres AS kemarin, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer memaparkan bahwa sekarang masih terlalu dini untuk memperkirakan hasil dari perundingan tersebut. Lighthizer bersama Menteri Keuangan Steven Mnuchin merupakan pimpinan delegasi Amerika Serikat dalam perundingan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He yang telah berlangsung selama beberapa putaran di Washington dan Beijing sejak awal tahun ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply