Yen Jepang Stagnan Karena Kurangnya Katalis Berdampak Besar

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen diperdagangkan sideways terhadap Dolar AS selama empat hari terakhir. Pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (8/2), pasangan mata uang USD/JPY masih terpaku pada kisaran 109.85. Pasalnya, walaupun ada banyak sekali data ekonomi Jepang yang dirilis hari ini, tetapi semuanya diperkirakan takkan memicu perubahan kebijakan signifikan.

Yen Jepang Stagnan Karena Kurangnya Katalis

Jepang telah menjalankan kebijakan moneter longgar selama beberapa tahun terakhir dalam upaya memerangi deflasi dan menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi. Namun, inflasi tetap berada di bawah target 2 persen yang dipatok oleh bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ).

Menanggapi kritisi atas kebijakannya yang gagal melonjakkan inflasi, Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari Rabu menyatakan bahwa kebijakan tersebut telah membantu penciptaan lapangan kerja dan mendorong sektor ekonomi yang lain. Sementara itu, BoJ berdalih kalau rendahnya inflasi disebabkan karena lemahnya harga minyak dan pola pikir deflasioner masyarakat.

Dalam beberapa laporan yang dipublikasikan hari ini, nampak bahwa kondisi ekonomi negeri Sakura tetap lesu. Belanja rumah tangga dilaporkan hanya tumbuh 0.1 persen (Year-on-Year) pada bulan Desember, alih-alih meroket 0.8 persen sebagaimana diestimasikan oleh pelaku pasar. Gaji lembur bahkan merosot 1 persen (Year-over-Year) dalam bulan yang sama, setelah meningkat 1.1 persen pada periode sebelumnya. Untungnya, neraca transaksi berjalan konsisten surplus sebesar 0.453 Triliun di penghujung tahun 2018.

Baca Juga:   Arab Saudi Menyetor $ 2 Miliar Di Bank Sentral Yaman Untuk Mengembalikan Uang

Pada bulan Januari, BoJ telah memangkas proyeksi inflasinya dikarenakan besarnya ancaman imbas konflik dagang dan perlambatan ekonomi dunia terhadap perekonomian Jepang. Rilis data-data ekonomi terbaru tak merubah proyeksi pasar setelah event tersebut. BoJ diperkirakan masih akan menjalankan stimulus moneter dan mempertahankan suku bunga rendah dalam tahun ini.

Meski demikian, Yen mendapatkan dukungan berkat tingginya minat pasar akan aset-aset Safe Haven, setelah sejumlah bank sentral terkemuka dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di kawasan masing-masing. Saat berita ditulis, Yen terpantau unggul versus Pounds dan Euro lantaran bank sentral kedua mata uang tersebut baru saja menyampaikan opini dovish. Posisi pasangan mata uang EUR/JPY menurun sekitar 0.1 persen ke kisaran 124.44, sedangkan GBP/JPY merosot 0.13 persen ke level 142.05.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply