Yen Jepang Turun, BOJ Data Ekspor Lebih Lemah Dari Perkiraan

Bonus Welcome Deposit FBS

INV – Yen Jepang diperdagangkan lebih rendah pada hari Rabu di Asia. Data resmi menunjukkan penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan pada data ekspor Desember, sementara Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah seperti yang diharapkan.

Pasangan USD / JPY diperdagangkan 0,3% lebih tinggi ke 109,65 pada 11:39 ET (04:39 GMT). Data menunjukkan pada hari Rabu bahwa ekspor dan impor negara itu jauh dari harapan pasar, dengan ekspor mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari dua Bertahun-tahun

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneternya stabil pada hari Rabu seperti yang diharapkan. BOJ mempertahankan target suku bunga jangka pendek pada minus 0,1% dan memangkas perkiraan inflasi konsumen inti menjadi 0,9% pada tahun fiskal yang dimulai pada April dari 1,4%.

Bank sentral juga mempertahankan pandangannya bahwa ekonomi Jepang akan terus berkembang dengan kecepatan sedang.

“Ekonomi Jepang kemungkinan akan melanjutkan tren yang meluas melalui fiskal 2020,” kata bank sentral dalam laporan prospek triwulanannya.

Baca Juga:   Dolar Kanada Melemah Tengah Bertaruh Ekonomi Lagging Dibalik AS

“Ekonomi luar negeri diperkirakan akan terus tumbuh kuat secara keseluruhan, meskipun berbagai perkembangan perhatian surat perintah terlambat seperti gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina.”

Mata uang Jepang menerima beberapa dukungan pada hari Selasa setelah laporan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan global 2019 dan 2020.

Sementara itu, pasangan USD / CNY kehilangan 0,3% menjadi 6,7836. Pejabat Departemen Keuangan China mengatakan pada hari Rabu bahwa Beijing akan meningkatkan pengeluaran fiskal tahun ini untuk mendukung ekonominya.

Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) menetapkan nilai referensi yuan pada 6,7969 pada hari Rabu vs perbaikan hari sebelumnya di 6,7854.

Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya yang diperdagangkan mendekati datar di 95.980. Gesekan perdagangan Sino-AS mendapat perhatian minggu ini. Semalam, Financial Times melaporkan bahwa Gedung Putih menolak pertemuan perdagangan dengan pejabat Cina minggu ini.

Ekuitas AS diperdagangkan lebih rendah setelah laporan itu, meskipun penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow kemudian membantah bahwa pertemuan resmi telah dibatalkan dan mengatakan bahwa “tidak pernah ada pertemuan perencanaan” selain kunjungan oleh Wakil Perdana Menteri China Liu He minggu depan. Di tempat lain, pasangan AUD / USD dan pasangan NZD / USD diperdagangkan 0,2% dan 0,4% lebih tinggi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply