Yen Melemah Seusai Rilis GDP AS dan Temu Trump-Abe

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen terpuruk di level terburuk terhadap Dolar AS sejak Desember 2017 pada perdagangan hari Jumat ini (28/September). Selain karena data GDP AS kuartal II/2018 dilaporkan cemerlang pada hari Kamis dan selisih suku bunga AS-Jepang yang melebar, juga ada faktor ketidakpastian karena Jepang menjadi sasaran perang dagang AS selanjutnya.

Menjelang akhir sesi Eropa, pasangan mata uang USD/JPY telah kembali ke level pembukaan dekat 113.36, tetapi sempat mencapai level tertinggi harian 113.64. Meski demikian, Yen masih lebih kuat ketimbang mata uang mayor lain, dengan EUR/JPY dan GBP/JPY masing-masing berstatus -0.57 persen dan -0.30 persen.

Yen Melemah Usai Rilis Data GDP AS dan Temu Trump-Abe

Laporan Gross Domestick Product (GDP) Amerika Serikat kuartal kedua tahun 2018 versi final yang dirilis kemarin (27/September) menunjukkan performa tetap tumbuh dengan laju tertinggi dalam nyaris empat tahun terakhir. Dalam basis tahunan, GDP meningkat 2.9 persen; jauh lebih tinggi dari 2.6 persen yang tercapai pada kuartal pertama. Dengan demikian, data ini mengonfirmasi akan berlanjutnya kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada tahun depan.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EMAS / PERAK /TEMBAGA : 30 Desember - 3 Januari

Sedangkan dari sisi Yen, meskipun masih diakui sebagai mata uang Safe Haven, tetapi prospek kenaikan suku bunganya nol. Bank sentral Jepang telah berulang kali menegaskan akan terus mempertahankan suku bunga negatif hingga waktu yang lama, karena tingkat inflasi masih jauh dari target dua persen yang diharapkan.

Mata uang Yen juga cenderung mengendur terhadap Dolar AS di tengah kemungkinan akan diterapkannya tarif impor atas mobil buatan Jepang di negeri Paman Sam. Seusai pertemuannya dengan PM Shinzo Abe hari ini, Presiden Donald Trump bersedia untuk melakukan renegosiasi perdagangan lebih lanjut dengan Jepang dan menunda penerapan tarif impor oleh AS. Namun, tarif AS bisa mengancam perekonomian Jepang yang sangat tergantung pada pendapatan ekspor, khususnya karena negeri itu termasuk salah satu destinasi ekspor mobil utama Jepang.

Menurut Yukio Ishizuki, pakar strategi senior di Daiwa Securities, Tokyo, sebagaimana disampaikannya pada Reuters, “Dolar nampak berada pada posisi bagus untuk meningkat, khususnya terhadap Yen, dikarenakan pertemuan AS-Jepang telah usai dan selisih suku bunga antara kedua negara terus melebar.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply