Yen Menguat Karena Kembalinya Risiko Perang Dagang AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Kabar penangkapan CFO (Chief Finance Officer) Huawei, salah satu perusahaan teknologi raksasa China, memicu kembalinya kekhawatiran pelaku pasar mengenai konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Akibatnya, pasangan USD/JPY merosot hingga kisaran 112.600 pada sesi Asia hari Kamis ini (6/Desember); walaupun telah naik kembali ke level 112.78 menjelang pembukaan sesi New York.

Yen juga menguat versus Euro dan Poundsterling. Saat berita ditulis, posisi EUR/JPY merosot 0.30 persen ke kisaran 128.00, sementara GBP/JPY melandai 0.10 persen ke 144.05-an.

Yen Menguat Karena Kembalinya Risiko Perang Dagang AS-China

Kemarin, Departemen Kehakiman Kanada mengungkapkan bahwa Meng Wanzhou, CFO Huawei, ditahan di Vancouver atas tuduhan melanggar sanksi Amerika Serikat. Sejumlah media juga menyebutkan ia terancam diekstradisi ke AS, walaupun hingga saat ini tuduhannya masih belum jelas. Otoritas Kanada maupun AS belum buka mulut mengenai kasus yang menjadi dasar penahanan Meng, sementara Huawei mengaku tak tahu menahu mengenai kesalahan apa yang diperkarakan, dan China menuntut agar ia dibebaskan secepatnya.

Pada bulan April lalu, media Wall Street Journal sempat mengabarkan bahwa Huawei tengah diinvestigasi terkait dugaan pelanggaran sanksi atas Iran. Namun, belum diketahui apakah tuduhan yang ditimpakan atas Meng Wenzhou berkaitan dengan dugaan tersebut ataukah merupakan bentuk lain dari keengganan AS untuk berkompromi di meja negosiasi dengan China soal perdagangan.

Baca Juga:   Analisa USDJPY SENIN 8/12/2014 dengan ASI (Analisa Simple)

Bagi pemain pasar finansial, insiden memicu reaksi spontan karena baru awal pekan ini ada sinyal prospek rekonsiliasi AS-China dari pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di ajang KTT G20. Fungsi Yen sebagai mata uang Safe Haven membuatnya diincar pasar lantaran minat risiko anjlok; sementara mata uang lain dengan beta lebih tinggi menjadi dicampakkan, seperti Dolar Australia dan Yuan.

Akan tetapi, sebenarnya tak ada berita fundamental yang dapat mendukung penguatan Yen kali ini dari dalam negeri Jepang. Estimasi indeks Tankan yang dirilis Reuters untuk bulan Desember mengalami penurunan dari 26 ke 23, walaupun defisit investasi asing di pasar saham Jepang menyempit dari -203.5 Miliar ke -137.9 Miliar. Serangkaian data ekonomi minor yang akan dirilis besok pagi juga diperkirakan akan menunjukkan angka-angka beragam.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply