Yen Menguat Karena Tiongkok Akan Bawa AS Ke WTO

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen Jepang menguat terhadap mata uang-mata uang mayor dalam perdagangan hari Rabu ini (12/September), setelah Tiongkok akan mengangkat kembali isu anti-dumping AS ke World Trade Organization (WTO). Menjelang pembukaan sesi New York, pasangan mata uang USD/JPY telah merosot 0.13 persen ke 111.47. Sementara itu, EUR/JPY anjlok 0.36 persen ke 129.05, dan GBP/JPY merosot 0.43 persen ke 144.80.

Yen Menguat Karena Tiongkok Akan Bawah AS Ke WTO

Eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok mendorong penguatan Yen Jepang sebagai aset Safe Haven, karena meningkatnya keresahan pelaku pasar. Masalahnya, Tiongkok dikabarkan siap mengajukan permohonan pada World Trade Organization (WTO) untuk menerapkan sanksi atas kebijakan anti-dumping AS yang kontroversial.

Tuntutan Tiongkok terkait kebijakan anti-dumping AS sebenarnya telah diajukan sejak beberapa tahun lalu, dengan hasil WTO memenangkan tuntutannya. Namun, Tiongkok belum menerapkan sanksi apapun setelahnya, dan kemungkinan baru mengungkit kembali kasus ini sehubungan dengan agresivitas AS menerapkan bea impor atas produk-produk Tiongkok akhir-akhir ini.

“Kekhawatiran mengenai banyak hal masih tersisa, sehingga menjadi sulit untuk merubah sentimen risiko menjadi lebih agresif,” ungkap Kumiko Ishikawa, analis senior di Sony Financial Holdings, pada CNBC, “Kemarin Dollar/Yen naik, tetapi kenaikan itu pupus secara bertahap karena tak banyak minat untuk ambil risiko.”

Baca Juga:   USD / CAD Naik Setelah Penjualan Ritel Kanada

Kecenderungan investor untuk menghindari risiko sebenarnya menguntungan Dolar AS; tetapi dalam kondisi dimana AS juga terancam, maka pilihan investor berikutnya adalah Yen.

“Anda tak bisa mengabaikan (fakta) bahwa pasar negara berkembang telah jatuh dan hal ini membebani sentimen (pasar), dan ini kemungkinan mendorong banyak dana masuk ke AS dan Dolar,” ungkap Bart Wakabayashi, manajer kantor State Street Bank cabang Tokyo. Lanjutnya lagi, “Gejolak pasar negara berkembang, ditambah semua ketidakpastian (mengenai) perdagangan telah mendorong partisipan pasar ke Dolar, dan, dalam skala tertentu, Yen.”

Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis setinggi 0.11 persen saat ulasan ditulis, tetapi Greenback bergerak beragam terhadap mata uang-mata uang mayor. Pasangan mata uang EUR/USD tercatat -0.21 persen ke 1.1580, GBP/USD juga -0.30 persen ke 1.2992, dan NZD/USD -0.16 persen ke 0.6514. Namun, USD/CAD cenderung melandai setelah renegosiasi NAFTA dilaporkan berjalan lancar, dan AUD/USD stagnan di dekat level terendah sejak Februari 2016 yang dicapai pada perdagangan kemarin.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply