Yen Menguat Pasca Dipangkasnya Proyeksi Penjualan Apple

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen sempat menguat sekitar 3 persen ke level 104.819 versus Dolar AS pada perdagangan sesi Asia hari Kamis ini (3/12), setelah CEO Apple mengirim pemberitahuan bahwa proyeksi penjualan kuartal IV/2018 harus dipangkas karena penurunan penjualan di China. Saat ulasan ini ditulis, pasangan mata uang USD/JPY telah beranjak kembali ke kisaran 107.75, tetapi masih berada di wilayah negatif, lantaran terpicu kekhawatiran pelaku pasar mengenai proyeksi perlambatan ekonomi dunia.

Yen Menguat Pasca Dipangkasnya Proyeksi Penjualan Apple

Dalam suratnya, CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa penjualan pada kuartal lalu kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Penyebabnya adalah penjualan iPhone yang mengecewakan di China sebagai imbas dari konflik perdagangan versus Amerika Serikat. Katanya, “Meski kami mengantisipasi beberapa tantangan di pasar negara berkembang terpenting, (namun) kami tak memperkirakan seberapa besar perlambatan ekonomi (yang sesungguhnya).”

Pendapatan Apple diproyeksikan menurun dari sekitar USD89-93 Miliar menjadi USD84 Miliar pada periode terkait. Selain penurunan penjualan di China, penyebabnya juga pelemahan kegiatan pabrikan di Eropa dan Asia pada bulan terakhir tahun 2018 lalu.

Baca Juga:   USD / JPY Mendekati Level Tertinggi 6 Minggu Setelah Pernyataan BoJ

Pernyataan resmi CEO Apple tersebut memicu aksi jual di pasar saham AS, sekaligus pelarian pelaku pasar ke aset-aset Safe Haven. Secara khusus, Yen terdampak karena terpicunya eksekusi short position pada level-level penting secara masif, serta minimnya likuiditas bursa di tengah liburnya pasar Jepang. Dengan kata lain, tak ada faktor fundamental yang mendukung penguatan Yen kali ini.

Fenomena serupa dialami pula oleh aset Safe Haven lainnya, yaitu Franc dan Gold. Hingga saat berita ditulis, USD/CHF masih mencatat -0.32 persen di kisaran 0.9870, sementara XAU/USD (Gold) melonjak 0.36 persen di kisaran 1288.75. Di sisi lain, memburuknya minat risiko pasar mengakibatkan kemerosotan pada Dolar Australia, Dolar New Zealand, Dolar Kanada, dan Poundsterling.

Indeks Dolar AS (DXY) yang sempat tercatat -0.15 persen telah memangkas pelemahannya ke -0.10 persen di kisaran 96.57 pada awal sesi Eropa. Namun, masih ada beberapa faktor fundamental yang dapat mendongkrak Yen dalam jangka panjang, terutama apabila bank sentral AS (Federal Reserve) batal menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pada tahun 2019.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply