Yen Menguat Pasca Rilis Data Neraca Dagang China

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen Jepang menguat hingga sekitar 0.5 persen terhadap Dolar AS pada sesi Eropa hari Jumat ini (8/3), setelah surplus neraca perdagangan China dikabarkan anjlok drastis. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa, pasangan mata uang USD/JPY masih tertekan di kisaran 111.20, sedangkan EUR/JPY tergelincir 0.1 persen ke kisaran 124.70 dan GBP/JPY anjlok 0.30 persen ke level 1.3081.

Yen Menguat Pasca Rilis Data Neraca Dagang China

Menurut General Administration of Customs, surplus neraca perdagangan China merosot dari USD39.16 Miliar menjadi USD4.12 Miliar pada bulan Februari, atau meleset jauh dari ekspektasi yang dipatok pada USD26.30 Miliar. Memburuknya neraca perdagangan tersebut diakibatkan oleh anjloknya ekspor. Ekspor China tercatat -20.7 persen (Year-on-Year), alih-alih -4.8 persen sebagaimana diekspektasikan sebelumnya. Impor juga tercatat -5.2 persen (Year-on-Year), versus ekspektasi -1.4 persen.

Kemerosotan ekspor-impor China membangkitkan kembali kekhawatiran sebagian pelaku pasar mengenai dampak perlambatan ekonomi global. Perlu diketahui, China merupakan negeri ekonomi terbesar kedua setelah Amerika Serikat, dan memiliki hubungan dagang dengan mayoritas negara di dunia. Konsekuensinya, perubahan drastis dalam neraca dagang China mendorong penguatan Yen Jepang dan Franc Swiss, serta memicu pelemahan signifikan mata uang-mata uang berkembang terhadap Dolar AS.

Baca Juga:   Saham Eropa Lebih Tinggi Karena Keuntungan Bank

Sementara itu, Yen juga mendapatkan dukungan tambahan dari positifnya data Gross Domestic Product (GDP) yang dirilis lebih awal oleh Kantor Kabinet Jepang. Dalam laporan itu, GDP Jepang menanjak 1.9 persen (Year-on-Year) pada kuartal IV/2018, alih-alih hanya tumbuh 1.8 persen sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Namun demikian, rincian komponen di dalamnya masih mengindikasikan sejumlah kelemahan dan kukuhnya ancaman resesi terhadap perekonomian Jepang, sehingga diperkirakan takkan mampu menopang Yen dalam jangka panjang.

Menjelang sesi New York, investor dan trader akan pasang mode “wait and see” dalam mengantisipasi rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) dan laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat lain yang dikenal dapat berdampak tinggi terhadap pasar mata uang. Untuk sementara ini, para ekonom memperkirakan data Non-Farm Payrolls turun dari 304k menjadi 181k dalam periode penghitungan Februari 2019. Dengan demikian, kejutan yang lebih baik dibandingkan ekspektasi tersebut, berpotensi mendorong Dolar AS berbalik menguat kembali versus Yen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply