Yen Sideways Menjelang Pengumuman Kebijakan Bank Sentral Jepang

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY diperdagangkan sideways pada kisaran 111.83 dalam perdagangan awal sesi Eropa hari Rabu ini (24/4), masih dekat kisaran tertingginya dalam tahun ini. Meskipun minat risiko pasar cenderung rendah sejak awal pekan, tetapi aset-aset berdenominasi Yen gagal menawarkan potensi imbal hasil yang lebih menarik bagi pelaku pasar dibandingkan Greenback. Terlebih lagi, bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) diperkirakan akan kembali mempertahankan kebijakan moneter longgar dalam pengumuman resminya besok.

Yen Sideways Menjelang Pengumuman Kebijakan Bank Sentral Jepang

Pada hari Selasa, BoJ mempublikasikan data Core Consumer Price Index (Core CPI) terkini yang hanya naik tipis dari 0.4 persen menjadi 0.5 persen (Year-on-Year). Dengan demikian, laju inflasi masih jauh dari target 2 persen yang telah ditentukan oleh BoJ. Meskipun pertumbuhan inflasi Jepang saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan kondisi deflasi yang sempat melanda pada tahun 2009, tetapi data tersebut juga tak memberikan cukup alasan bagi BoJ untuk mencabut kebijakan moneter longgar.

Iklim bisnis Jepang juga sedang menghadapi tantangan besar sebagai imbas dari meningkatnya konflik perdagangan global. Indeks aktivitas industri yang dirilis tadi pagi menunjukkan pertumbuhan -0.2 persen (Month-over-Month), lebih buruk dibandingkan stagnasi pada bulan sebelumnya.

Baca Juga:   Aussie Naik Setelah Data Inflasi

Sejalan dengan itu, BoJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga -0.1 persen dalam pengumuman pasca rapat besok, sekaligus membiarkan stimulus moneter terus berlangsung. Dalam konteks ini, Yen kemungkinan tak akan mendapatkan cukup katalis untuk reli. Apalagi, bursa Jepang cenderung sepi dalam pekan ini karena trader dan investor tengah bersiap-siap menyambut libur maraton 10 hari mulai tanggal 27 April mendatang.

Kathy Lien dari BK Asset Management mencatat dalam nota yang dikirim kepada kliennya kemarin, “Bank sentral Jepang memulai rapat kebijakan moneter dua harinya besok, dan perekonomian Jepang tak menunjukkan kinerja hebat. Menurut laporan terbaru, pertumbuhan belanja rumah tangga tengah melambat, surplus perdagangan menyempit, keyakinan (bisnis) menurun; pertumbuhan produksi industri, manufaktur, dan jasa lebih lemah; sedangkan inflasi rendah.”

Lanjutnya, “Perekonomian Jepang diyakini mengalami kontraksi pada kuartal pertama (tahun 2019). Tak ada satu pun diantara hal-hal ini yang akan mendorong bank sentral untuk merubah kebijakan moneternya, tetapi mereka bisa memangkas penilaian ekonomi mereka.”

Selain itu, Lien juga menyoroti negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Jepang yang telah berlangsung sejak minggu lalu. Katanya, “Jepang dan AS memiliki motivasi untuk mencapai kesepakatan dengan cepat, tetapi banyak hal yang dipertaruhkan dan Presiden Trump telah menyatakan ketidaksukaannya terhadap surplus perdagangan Jepang yang masif secara terang-terangan. Risikonya bagi Yen Jepang adalah menurun, tetapi kemungkinan hanya akan sedikit reaksi dari BoJ.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply