Yen Tumbang Setelah Tankan Merosot Paling Drastis Sejak 2012

Bonus Welcome Deposit FBS

Yen melemah terhadap mayoritas mata uang mayor dalam perdagangan sesi Asia hari Senin ini (1/4). Pasalnya, bank sentral Jepang melaporkan bahwa indeks Tankan mengalami kemerosotan terbesar sejak bulan Desember 2012, sedangkan rilis data manufaktur China yang lebih baik dari ekspektasi justru mendorong pelaku pasar beralih dari Yen ke aset-aset berisiko lebih tinggi. Pasangan mata uang USD/JPY sempat mencapai level tertinggi pada kisaran 111.18, sedangkan EUR/JPY melonjak 0.30 persen ke level 124.72 dan GBP/JPY meroket 0.45 persen ke kisaran 145.05.

Yen Tumbang Setelah Tankan Merosot Paling Drastis Sejak 2012

Indeks Tankan yang dirilis oleh bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) merupakan hasil riset yang menjadi barometer keyakinan para pebisnis mengenai kondisi perekonomian. Indeks Tankan terbaru untuk perusahaan manufaktur besar, termasuk produsen elektronika dan otomotif Jepang, dilaporkan merosot dari 19 menjadi 12 dalam survei yang diadakan bulan Desember 2018 lalu.

Angka tersebut lebih buruk dibandingkan hasil konsensus ekonom yang mengekspektasikan penurunan hanya sampai 13 saja, sekaligus merupakan kemerosotan paling parah sejak awal pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe. Lebih dari itu, responden juga memperkirakan penurunan lebih lanjut hingga mencapai angka 8 dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga:   Aussie melemah setelah Debelle Mengatakan Langkah Oleh Otoritas Cina

Menurut seorang pejabat BoJ yang diwawancarai oleh The Japan Times, lemahnya permintaan di pasar Asia, termasuk China, telah meredam optimisme industri manufaktur Jepang. Katanya, “Banyak perusahaan manufaktur mengatakan bahwa mereka semakin khawatir mengenai outlook ekonomi China dan pasar Asia lainnya dikarenakan melemahnya permintaan.”

Memburuknya indeks Tankan muncul hanya beberapa waktu sebelum diberlakukannya jadwal kenaikan pajak konsumsi pada bulan Oktober mendatang. Hal ini membangkitkan kekhawatiran mengenai bagaimana efek kenaikan pajak nantinya terhadap kondisi ekonomi Jepang yang sedang lesu. Apabila kenaikan pajak dipaksakan terjadi, maka bisa jadi justru memicu penurunan investasi korporasi dan kontraksi ekonomi.

Terlepas dari itu, sejumlah analis tetap berpandangan optimis. Junichi Makino, pimpinan ekonom SMBC Nikko Securities Inc, mengungkapkan, “Sentimen yang memburuk disebabkan oleh penurunan ekspor produk-produk yang berhubungan dengan semi konduktor. Namun, permintaan untuk produk-produk itu kemungkinan rebound akhir tahun ini, setelah mencapai dasarnya sekitar bulan Juni.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply