Yield Obligasi Rebound, Dolar AS Capai Level Tertinggi 1 Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menggapai level tertinggi satu bulan pada kisaran 97.50 pada akhir perdagangan hari Selasa kemarin, dan bertahan bullish di kisaran 97.40 pada sesi Eropa hari Rabu ini (12/12). Penguatan Greenback didukung oleh pemulihan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta pelemahan Pounds di tengah eskalasi ketidakpastian Brexit.

Dolar AS Capai Level Tertinggi 1 Bulan

“Di samping yield obligasi yang lebih tinggi, pelemahan pounds juga memberikan dorongan penting bagi Dolar,” ungkap Yukio Ishizuki, pakar strategi forex senior di Daiwa Securities, Tokyo, “Negosiasi Brexit yang nampaknya menuju ke arah jalan buntu, menyediakan peluang emas bagi pemain pasar spekulatif untuk melakukan short pada pound.”

Sterling anjlok parah pada hari Senin, setelah Perdana Menteri Theresa May mengumumkan pembatalan voting proposal Brexit yang sedianya akan diadakan di Parlemen pada hari Selaa. Meskipun ia beralasan bahwa penundaan tersebut dimaksudkan agar dapat melakukan renegosiasi dan memperoleh konsesi lebih baik dari Uni Eropa, tetapi keraguan pasar memuncak.

Pihak European Commission telah menyatakan takkan merevisi proposal yang telah disetujui sebelumnya. Di sisi lain, “pemberontakan” di dalam tubuh partai asal PM May pun menggoyahkan posisinya, dengan ancaman mosi tidak percaya terus membayangi. Kabar terbaru menyebutkan bahwa jumlah tanda tangan yang dibutuhkan untuk mengadakan voting atas mosi tersebut di Parlemen, sudah nyaris terpenuhi.

Baca Juga:   Dolar Melunak Pada Klaim Pengangguran Mingguan AS Yang Mengecewakan

Di belahan dunia berbeda, Yield Obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahunan (10-year Treasury Note) merangkak naik ke 2.886 persen dari level terendah tiga bulan pada kisaran 2.825 tempatnya terpuruk di awal pekan ini. Hal ini berkontribusi besar bagi penguatan Dolar AS. Namun, penyebab utama penurunan yield obligasi dan pelemahan Greenback belum sirna, karena besarnya kekhawatiran mengenai kemungkinan Federal Reserve membatalkan rencana kenaikan suku bunga tahun depan.

“Fed telah berhasil menormalisasi kebijakan moneter dalam lima tahun terakhir. Namun, tahun depan, mereka kemungkinan tak bisa lagi mengabaikan gejolak ekonomi di dalam dan luar negeri,” ujar Daisuke Karakama, pimpinan ekonom pasar di Mizuho Bank, pada Reuters. Lanjutnya lagi, “Yield Obligasi dan Dolar bisa mengarah ke downtrend pada tahun 2019.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply