Yuan Ambruk Karena Data Ekonomi China Memburuk

Bonus Welcome Deposit FBS

Yuan jatuh lebih dari 0.30 persen versus Dolar AS. Kurs USD/CNY merosot ke level 6.9015 pada perdagangan sesi Asia hari Jumat ini (14/12), setelah serangkaian data ekonomi China dilaporkan lebih buruk dari ekspektasi. Sementara itu, Dolar AS menguat berkat dorongan pelemahan Euro dan Pounds.

Yuan Ambruk Karena Data Ekonomi China Memburuk

National Bureau of Statistics of China mengumumkan bahwa pertumbuhan produksi industri menurun dari 5.9 persen menjadi 5.4 persen (year-on-year) pada bulan November lalu. Padahal, sebelumnya output industri diekspektasikan stagnan.

Data pertumbuhan penjualan ritel China juga melorot dari 8.6 persen menjadi 8.1 persen (year-on-year) dalam periode November. Menurut catatan Reuters, angka tersebut merupakan laju terendah sejak tahun 2003.

Walaupun tingkat pengangguran menurun dari 4.9 persen menjadi 4.8 persen dan pertumbuhan investasi aset tetap meningkat dari 5.7 persen menjadi 5.9 persen, tetapi penurunan produksi industri dan penjualan ritel menandai perlambatan permintaan masyarakat China.

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) meroket tinggi hari Jumat ini, sehubungan dengan pelemahan Euro dan Pounds akibat instabilitas ekonomi dan politik di benua Eropa. Pengumuman kebijakan moneter bank sentral Eropa kemarin memberikan alasan bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi jual Euro terhadap Dolar AS, sehingga mendongkrak penguatan Greenback. Sementara itu, kekalutan politik di Inggris belum usai meskipun Perdana Menteri Theresa May berhasil lolos dari ancaman pelengseran yang dipicu oleh mosi tak percaya. Probabilitas akan disetujuinya proposal Brexit yang diajukan PM May oleh Parlemen merosot drastis karena 1 dari 3 anggota parlemen partai Konservatif diketahui menentangnya. Situasi tersebut telah mendorong Pounds merosot hingga lebih dari setengah persen versus Dolar AS.

Baca Juga:   Neraca Transaksi Berjalan Jebol, EUR/USD Ambrol

Terlepas dari itu, minat risiko pasar telah mulai membaik dikarenakan positifnya komentar-komentar terbaru Presiden Donald Trump terkait negosiasi perdagangan AS-China, serta fakta bahwa China telah melanjutkan lagi impor komoditas kedelai dari Amerika Serikat. Paresh Upadhyaya, direktur strategi mata uang di Amundi Pioneer Investments mengungkapkan, “Walaupun belum mapan, sentimen telah membaik.”

Outlook Dolar AS berikutnya akan ditentukan oleh rapat kebijakan moneter bank sentral AS minggu depan, sedangkan Yuan boleh jadi akan terus rentan menanggapi rumor terkait negosiasi AS-China dan data-data ekonomi dalam negerinya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply