Yuan dan Aussie Menguat Setelah Rilis Data PMI China Januari 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CNY merosot ke level terendah sejak tanggal 16 Juli 2018, setelah rilis data PMI China yang lebih baik dari ekspektasi serta pengumuman kebijakan bank sentral AS pada hari Kamis ini (31/1). Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, USD/CNY telah anjlok 0.15 persen ke level 6.7010.

Mata uang proxy China di pasar spot mata uang, Dolar Australia, pun turut menguat. Pasangan AUD/USD telah menanjak sekitar 0.24 persen ke level 0.7265, ditunjang oleh peningkatan optimisme pelaku pasar.

Yuan dan Aussie Menguat Setelah Rilis Data PMI China

China Logistics Information Center mengumumkan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor manufaktur mengalami perbaikan dari 49.4 menjadi 49.5 pada bulan Januari. Walaupun angka tersebut masih di bawah ambang 50 dan mensinyalkan berlanjutnya kontraksi di negeri Panda, tetapi kenaikan mendongkrak optimisme investor dan trader karena lebih baik ketimbang ekspektasi yang dipatok pada 49.3.

PMI untuk sektor non-manufaktur juga cukup menggembirakan. Data ini mencatat kenaikan dari 53.8 menjadi 54.7 pada bulan Januari; sekaligus melengkapi peningkatan beruntun sejak tiga bulan sebelumnya. Ini merupakan kabar baik bagi China maupun negara-negara partner dagang terdekatnya, termasuk Australia.

Baca Juga:   Harga Emas Sedikit Berubah Seiring Pemulihan Saham

Data PMI ini mendorong Yuan dan Aussie menguat lebih kokoh, sementara Dolar AS dilumpuhkan oleh pengumuman bank sentralnya yang bernada lebih dovish. Pasca rapat kemarin, bank sentral AS (Federal Reserve) bukan hanya tak merubah suku bunga saat ini, melainkan juga mengisyaratkan penghentian siklus kenaikan suku bunga selama masih ada risiko perlambatan ekonomi global yang mengancam sektor ketenagakerjaan dan laju inflasi di Amerika Serikat.

Sementara itu, pelaku pasar juga mengamati perkembangan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang telah dimulai hari Rabu di Washington. Hasil dari pertemuan antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dapat menjadi penggerak sentimen pasar yang sangat signifikan.

Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) telah memperingatkan bahwa apabila ketegangan perdagangan antara kedua negara tak terselesaikan, maka efeknya dapat memperburuk perlambatan ekonomi dunia. Sehubungan dengan itu, mata uang-mata uang Safe Haven seperti Dolar AS berpotensi meroket jika hasil perundingan itu nihil. Sebaliknya, Yuan dan Dolar Australia hanya akan menguat apabila hasil perundingan memudarkan risiko perang dagang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply