Yuan Tiongkok Menguat Berkat Dukungan Bank Sentral

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Tiongkok menguat pada perdagangan hari Senin (27/Agustus), setelah bank sentralnya melakukan intervensi untuk menghentikan kemerosotan kurs Yuan yang telah berlangsung selama sepuluh minggu dan dapat memicu pelarian dana ke luar negeri. Saat berita ditulis, kurs USD/CNY diperdagangkan di kisaran 6.8239, tetapi sempat menyentuh 6.8020 pada sesi sebelumnya.

Yuan Tiongkok Menguat Berkat Intervensi Bank Sentral

Menurut kantor berita Reuters, Bank sentral Tiongkok (People’s Bank of China/PBOC)) memutuskan untuk memberlakukan kembali “counter-cyclical factor” dalam penentuan nilai tukar hariannya untuk menanggulangi pelemahan Yuan. PBOC tak menjelaskan metodologi penyesuaian kurs Yuan yang digunakannya, tetapi memastikan bahwa kebijakan diambil untuk menstabilkannya di tengah penguatan Dolar dan konflik dagang dengan AS. Hal ini mengindikasikan bahwa PBOC tak menyukai depresiasi mata uang yang .

Patut pula untuk dicatat bahwa langkah tersebut diambil oleh PBOC setelah serangkaian negosiasi mengenai masalah perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat berakhir nihil pada pekan lalu. Lebih dari itu, bulan depan AS diekspektasikan bakal menerapkan penalti tambahan yang berpotensi makin menekan mata uang yang juga disebut Renminbi (RMB) ini.

Baca Juga:   USD / CAD Bergerak Lebih Tinggi Sebagaimana Melanjutkan Kekalahan Minyak

“Karena Tiongkok telah menarik batas dengan jelas, (maka) outlook Yuan boleh jadi bergantung pada fundamental ekonomi Tiongkok selain jalur (pergerakan nilai tukar) Dolar,” ungkap Tommy Xie, seorang ekonom di OCBC Singapura, “Apabila perekonomian China melambat lebih (buruk) dibanding perkiraan, (maka) tekanan pada kelemahan RMB bisa kembali. Bilamana hal itu tidak terjadi, kami mengekspektasikan USD/CNY bertahan di bawah 7.”

Analis lain juga menilai bahwa dengan gagalnya upaya kompromi dalam masalah perdagangan, maka tak lama lagi nilai tukar Yuan terhadap Dolar AS akan kembali menguji level psikologis 7, tetapi bank sentral akan mempertahankannya agar tak sampai melampaui batas tersebut.

“(Langkah PBOC) memvalidasi pandangan kami bahwa devaluasi Yuan bukanlah salah satu senjata dalam perang dagang,” tulis analis dari Mizuho Bank dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters, “Ini juga selaras dengan hipotesa kami mengenai ambang 7-3; artinya (PBOC akan menjaga) kurs Dolar-Yuan jangan sampai menembus 7 dan cadangan devisa jangan sampai jatuh ke bawah USD3 Triliun.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply