Zona Euro Deflasi, EUR/USD Selip Lagi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD sempat menanjak tipis dalam perdagangan sesi Asia hari ini (19/8), tetapi kembali tergelincir ke kisaran 1.1097 pada pertengahan sesi Eropa. Laporan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) menunjukkan pertumbuhan negatif pada bulan Juli 2019, sehingga meningkatkan tekanan terhadap mata uang 19 negara. Euro juga memangkas upaya reli-nya terhadap Poundsterling dan Yen Jepang.

Zona Euro Deflasi

Menurut laporan kantor statistik Zona Euro (Eurostat), CPI jatuh ke -0.5 persen (Month-over-Month) pada bulan Juli 2019, setelah sempat menanjak 0.2 persen pada bulan Juni. Core CPI bahkan merosot hingga -0.6 persen (Month-over-Month). Akibatnya, inflasi tahunan merosot dari 1.3 persen menjadi 1.0 persen (Year-on-Year), padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan jatuh sampai 1.1 persen saja.

Negara-negara terbesar di kawasan Zona Euro justru menunjukkan perlambatan inflasi paling parah. Inflasi hanya melaju 0.3 persen di Italia, dan jatuh sebesar 0.7 persen di Portugal. Sementara itu, Jerman yang notabene negara ekonomi terbesar malah mengalami kejatuhan inflasi dari 1.5 persen menjadi 1.1 persen.

Baca Juga:   Harga Emas Tetap Didukung Karena Optimisme Mengenai Perombakan Pajak AS

Sektor jasa masih menampilkan kenaikan harga-harga pada bulan Juli 2019, sehingga mengindikasikan bahwa belanja rumah tangga masih menopang perekonomian. Namun, sektor manufaktur menunjukkan kemunduran berkelanjutan.

“Laporan (CPI) ini menggambarkan penurunan permintaan di kawasan ini, dan hal itu kemungkinan meningkatkan perbincangan mengenai paket stimulus (moneter) dari European Central Bank (ECB),” kata David Madden, seorang analis pasar dari CMC Markets, sebagaimana dikutip oleh CityAM.

Pekan lalu, Euro sempat anjlok drastis setelah Olli Rehn, Gubernur Bank Sentral Finlandia, mengungkapkan bahwa ECB akan meluncurkan stimulus moneter berskala besar. Penurutan Rehn menumbuhkan ekspektasi paket stimulus yang terdiri atas pemangkasan moneter dan pembelian obligasi dengan total lebih besar dibandingkan ekspektasi sebelumnya, tetapi belum ada kisaran estimasi konsensus.

Investor dan trader juga tengah memantau kabar mengenai stimulus fiskal hingga lebih dari USD50 Miliar yang dicetuskan oleh menteri keuangan Jerman, Olaf Scholz, pada akhir pekan. Di tengah tingginya kekhawatiran mengenai prospek resesi di negeri ini, kabar tersebut mendorong optimisme pelaku pasar. Namun, belum ada rincian lebih lanjut yang disampaikan oleh pihak pemerintah Jerman.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply